roteirando.com – Ratusan warga memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu malam.
Mereka datang untuk menikmati Jakarta Light Festival 2025 edisi Natal.
Acara ini digelar Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pantauan di lokasi menunjukkan keramaian masih berlangsung hingga pukul 21.45 WIB.
Warga datang dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sebagian pengunjung tiba bersama keluarga, pasangan, atau kelompok teman.
Baca juga: “Pelabuhan Merak Macet, Kemenhub Atur Lalu Lintas Kendaraan”
Festival cahaya ini menjadi daya tarik utama selama libur akhir tahun.
Bundaran HI tampil berbeda dengan nuansa Natal yang kuat.
Lampu hias menyala terang di tengah aktivitas lalu lintas kota.
Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Kondisi tersebut mendorong tingginya minat masyarakat untuk datang.
Banyak warga memilih menikmati hiburan kota tanpa harus bepergian jauh.
Ornamen Cahaya Hiasi Ikon Jakarta
Area Bundaran HI dihiasi berbagai ornamen cahaya bertema Natal.
Pohon Natal berukuran besar berdiri di titik utama kawasan.
Terowongan lampu warna-warni membentang dan dapat dilalui pengunjung.
Instalasi boneka salju menjadi latar favorit untuk berfoto.
Lampu-lampu kecil juga menghiasi pepohonan di sepanjang jalan protokol.
Seluruh ornamen dirancang menciptakan suasana hangat dan meriah.
Pengunjung tampak menyusuri area dengan tertib.
Petugas berjaga untuk mengatur arus pejalan kaki.
Suasana tetap nyaman meski kawasan dipadati warga.
Gemerlap cahaya berpadu dengan gedung-gedung tinggi di sekitarnya.
Bundaran HI kembali menjadi ruang publik yang hidup pada malam hari.
Pemandangan tersebut memperkuat identitas kawasan sebagai ikon Jakarta.
Warga Manfaatkan Ruang Publik untuk Rekreasi
Banyak pengunjung mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Foto keluarga dan swafoto menjadi aktivitas yang dominan.
Media sosial turut dipenuhi unggahan suasana festival.
Arif, warga Jakarta, datang bersama istri dan anak-anaknya.
Ia memilih Bundaran HI sebagai tujuan liburan singkat keluarga.
Menurutnya, festival ini menjadi hiburan yang terjangkau.
“Anak-anak senang melihat lampu-lampunya,” kata Arif.
Ia menyebut terowongan lampu menjadi favorit anak-anaknya.
Arif menilai acara ini cocok untuk keluarga.
Rina, warga Bekasi, juga datang bersama teman-temannya.
Ia mengaku tertarik dengan konsep visual festival.
Menurut Rina, Bundaran HI terlihat lebih cantik dari biasanya.
“Cocok buat foto-foto dan cuci mata,” ujar Rina.
Ia berharap acara serupa digelar lebih sering.
Rina menilai festival ini memberi warna baru bagi Jakarta.
Bagian dari Perayaan Natal dan Tahun Baru
Jakarta Light Festival 2025 edisi Natal digelar selama lima hari.
Acara berlangsung mulai 23 hingga 27 Desember 2025.
Festival ini menjadi bagian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pemerintah Provinsi Jakarta menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan.
Tujuannya untuk mempercantik wajah kota selama libur panjang.
Festival juga diharapkan meningkatkan aktivitas ekonomi kreatif.
Pelaku usaha kecil turut merasakan dampak positif acara.
Pedagang di sekitar kawasan mengalami peningkatan kunjungan.
Transportasi umum juga ramai digunakan pengunjung.
Disparekraf Jakarta menyebut festival ini sebagai ruang hiburan publik.
Masyarakat dapat menikmati kota dengan aman dan nyaman.
Pemprov Jakarta terus mendorong pemanfaatan ruang publik.
Acara ini juga menjadi sarana promosi pariwisata perkotaan.
Jakarta ditampilkan sebagai kota yang inklusif dan ramah pengunjung.
Festival cahaya dinilai efektif menarik minat masyarakat luas.
Penataan Kota dan Kenyamanan Pengunjung
Penyelenggara memastikan penataan kawasan tetap memperhatikan keselamatan.
Lampu dan instalasi dipasang sesuai standar keamanan.
Petugas kebersihan juga disiagakan selama acara berlangsung.
Arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI tetap berjalan.
Pengaturan dilakukan untuk menghindari kemacetan berlebih.
Koordinasi lintas instansi dilakukan selama festival.
Pengunjung diimbau menjaga ketertiban dan kebersihan.
Sampah disediakan di beberapa titik strategis.
Kesadaran pengunjung turut mendukung kenyamanan bersama.
Pemprov Jakarta menilai partisipasi warga sangat positif.
Antusiasme ini menjadi indikator kebutuhan ruang hiburan kota.
Kegiatan serupa direncanakan pada momen besar lainnya.
Festival Cahaya Jadi Alternatif Hiburan Kota
Jakarta Light Festival edisi Natal menghadirkan suasana berbeda di Bundaran HI.
Warga memanfaatkan momentum libur akhir tahun untuk berkumpul.
Acara ini menawarkan hiburan visual yang mudah diakses.
Kehadiran festival menunjukkan pentingnya ruang publik yang hidup.
Jakarta terus berupaya menghadirkan kegiatan inklusif bagi warganya.
Festival cahaya menjadi simbol perayaan dan kebersamaan.
Ke depan, pemerintah diharapkan memperluas konsep serupa.
Inovasi acara publik dapat memperkuat daya tarik kota.
Jakarta Light Festival menjadi contoh pemanfaatan ruang kota yang positif.
Baca juga: “Menko PMK hingga Kapolri tinjau pelaksanaan Misa di Katedral Jakarta”




Leave a Reply