roteirando.com – Kabar pemulihan infrastruktur datang dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jembatan armco di Jorong Pauah Taruno hampir rampung dibangun. Infrastruktur ini akan segera menghubungkan kembali akses warga yang sempat terputus akibat banjir bandang.
Jembatan tersebut berdiri di atas Sungai Sapek, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya. Banjir bandang pada 27 November 2025 merusak jembatan lama. Sejak saat itu, aktivitas warga terganggu cukup lama.
Pembangunan jembatan armco dipimpin oleh jajaran TNI dari Kodim 0304/Agam. Progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen. Peresmian dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari 2026.
Komandan Kodim 0304/Agam, Slamet Dwi Santoso, menyampaikan bahwa pengerjaan berlangsung cepat. “Kami menyelesaikan pekerjaan ini dalam 12 hari,” ujarnya saat meninjau lokasi di Lubuk Basung. Ia menegaskan sinergi menjadi kunci percepatan pembangunan.
Puluhan personel TNI turun langsung ke lapangan setiap hari. Mereka bekerja bersama masyarakat dan pemerintah nagari. Kolaborasi ini mempercepat pemasangan rangka baja armco. Struktur jembatan memiliki panjang enam meter dan lebar enam meter.
Baca juga: “Etanol 20 Persen Jadi Komponen Wajib BBM 2028”
Jembatan lama yang rusak sempat melumpuhkan mobilitas warga. Anak-anak sekolah harus memutar jauh untuk mencapai kelas. Petani juga kesulitan membawa hasil kebun ke pasar.
Nagari Koto Malintang dikenal sebagai wilayah pertanian dan perkebunan. Warga menggantungkan penghasilan dari komoditas hortikultura dan hasil kebun lainnya. Kerusakan jembatan berdampak langsung pada distribusi hasil panen.
Anggota DPRD Agam, Alber, menilai pembangunan jembatan armco sebagai solusi cepat. Ia menyebut infrastruktur ini penting untuk memulihkan konektivitas antarnagari. “Ini akses vital bagi warga. Kami dorong agar pengerjaan dipercepat,” katanya.
Sebelum jembatan diperbaiki, warga memanfaatkan jalur alternatif yang lebih jauh. Waktu tempuh meningkat dan biaya transportasi bertambah. Kondisi tersebut membebani ekonomi keluarga, terutama petani kecil.
Kini, dengan hampir rampungnya jembatan armco, aktivitas warga mulai kembali normal. Anak-anak dapat kembali menggunakan jalur terdekat menuju sekolah. Petani dapat mengangkut hasil kebun dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Wali Jorong Ambacang, Iswandi, menyampaikan apresiasi kepada TNI dan DPRD Agam. Ia menyebut pembangunan ini membawa harapan baru bagi masyarakat. “Kami berterima kasih atas kerja cepat semua pihak,” ujarnya.
Selain membangun fisik jembatan, TNI juga memastikan keamanan struktur. Pemasangan dilakukan sesuai standar teknis jembatan armco. Struktur baja bergelombang dirancang kuat menahan beban kendaraan ringan hingga sedang.
Konsep armco dipilih karena efisien dan cepat dipasang. Model ini sering digunakan untuk kondisi darurat pascabencana. Biaya pembangunan relatif lebih rendah dibanding jembatan permanen beton. Namun daya tahannya cukup andal untuk jangka menengah.
Proyek ini juga menunjukkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat Agam. Warga ikut membantu selama proses pembangunan. Mereka menyediakan konsumsi harian bagi para pekerja. Sebagian warga membantu pekerjaan ringan di sekitar lokasi.
Kolaborasi ini memperlihatkan solidaritas pascabencana. Infrastruktur tidak hanya tentang rangka baja dan pondasi beton. Infrastruktur juga mencerminkan kebersamaan dan kepedulian sosial.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau kondisi jembatan setelah peresmian. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan keamanan penggunaan. Jika diperlukan, peningkatan struktur dapat direncanakan ke depan.
Peresmian pada 23 Februari 2026 diharapkan menjadi simbol pemulihan wilayah terdampak. Jembatan ini menjadi penghubung dua sisi Sungai Sapek. Lebih dari itu, jembatan ini menghubungkan kembali aktivitas ekonomi dan pendidikan warga.
Kabupaten Agam memang rawan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir bandang. Pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan. Pembangunan infrastruktur tanggap darurat menjadi bagian penting strategi tersebut.
Dengan rampungnya jembatan armco, akses vital warga Nagari Koto Malintang kembali terbuka. Distribusi hasil kebun menjadi lancar dan kegiatan sekolah berjalan normal. Kehadiran jembatan ini memberi kepastian mobilitas yang sempat hilang.
Ke depan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjaga. Pembangunan cepat pascabencana menjadi contoh respons efektif. Jembatan armco ini bukan sekadar sarana penyeberangan. Ia menjadi simbol ketahanan dan solidaritas masyarakat Agam.
Baca juga: “Tanggul Tuntang Jebol, Ahmad Luthfi: Pasang Jembatan Armco Sambung Lagi Jalur Semarang-Grobogan”




Leave a Reply