roteirando.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melaporkan tantangan serius pemulihan sektor energi di Sumatra. Bencana hidrometeorologi merusak infrastruktur kelistrikan dan menghambat akses distribusi.
Akibatnya, jutaan pelanggan belum sepenuhnya mendapatkan kembali pasokan listrik.
Laporan Tim ESDM Siaga Bencana mencatat sekitar 1,7 juta pelanggan terdampak.
Dari jumlah tersebut, hampir 200 ribu pelanggan masih mengalami pemadaman.
Pemulihan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat.
Baca juga: “Ini Daftar Perusahaan Diduga Penyebab Banjir Sumatra”
Gambaran Umum Dampak Bencana terhadap Kelistrikan Sumatra
Bahlil menjelaskan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada jaringan distribusi.
Banyak gardu, tiang listrik, dan jalur transmisi mengalami kerusakan berat.
Sebagian wilayah masih terendam banjir dan tertutup longsor.
Ia menegaskan listrik tidak dapat dipaksakan masuk ke daerah berisiko.
Aliran listrik ke wilayah tergenang dapat memicu kecelakaan fatal.
Karena itu, pemulihan mengutamakan keamanan petugas dan warga.
Hingga Senin malam, 15 Desember 2025, pemulihan terus berlangsung.
Sebanyak 1.591.271 pelanggan telah kembali menikmati listrik.
Sebanyak 198.296 pelanggan masih dalam kondisi padam.
Kondisi Pasokan Listrik di Aceh
Bahlil memaparkan kondisi kelistrikan di Aceh secara rinci.
Kapasitas pembangkit di Banda Aceh mencapai sekitar 110 megawatt.
Beban listrik yang masuk saat ini berada di kisaran 66 megawatt.
Sebagian pasokan masih bergantung pada generator set.
Jaringan induk telah terpasang sekitar 80 hingga 90 persen.
Bahlil memperkirakan pemulihan penuh dalam beberapa minggu.
“Jika jaringan selesai, aliran listrik dari Arun dan Bireuen akan normal,” ujar Bahlil.
Dari 970.954 pelanggan terdampak di Aceh, 774.401 telah menyala.
Sebanyak 196.553 pelanggan masih menunggu pemulihan.
Distribusi Listrik ke Desa-desa Masih Terhambat
Di Aceh, sebanyak 6.500 desa terdampak bencana.
Dari jumlah tersebut, 5.961 desa telah kembali menikmati listrik.
Sebanyak 539 desa masih dalam kondisi padam.
Kabupaten Aceh Tengah mencatat desa padam terbanyak.
Sebanyak 147 desa di wilayah tersebut belum teraliri listrik.
Bener Meriah menyusul dengan 140 desa padam.
Wilayah lain yang terdampak adalah Aceh Tamiang dan Gayo Lues.
Aceh Timur juga masih mencatat puluhan desa tanpa listrik.
Kerusakan jalan menjadi hambatan utama distribusi listrik.
Perkembangan Pemulihan di Sumatra Utara
Bahlil juga menyampaikan kondisi di Sumatra Utara.
Sebanyak 554.048 pelanggan terdampak bencana.
Sebagian besar pelanggan telah kembali menikmati listrik.
Tercatat 543.346 pelanggan sudah menyala kembali.
Pemulihan sempat tuntas di seluruh kecamatan.
Namun, hujan deras dan longsor kembali menghambat distribusi.
Beberapa desa kembali padam akibat jalan terputus.
Di Tapanuli Tengah, lima desa masih tanpa listrik.
Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan juga mencatat desa padam.
Situasi Kelistrikan di Sumatra Barat
Di Sumatra Barat, pemulihan berjalan relatif cepat.
Sebanyak 274.564 pelanggan terdampak banjir dan longsor.
Sebanyak 273.804 pelanggan telah kembali mendapatkan listrik.
Namun, banjir susulan menyebabkan pemadaman ulang.
Tiga jorong kembali terendam air.
Wilayah tersebut adalah Jorong Lambeh dan Batu Busuak.
Jorong Labuah juga mengalami pemadaman akibat genangan.
Tim ESDM terus bersiaga untuk pemulihan lanjutan.
Pemulihan menunggu surutnya air dan stabilnya kondisi.
Pasokan BBM dan LPG Masih Menjadi Tantangan
Selain listrik, Bahlil melaporkan kondisi BBM dan LPG.
Sumatra Barat dinilai memiliki kondisi pasokan relatif stabil.
Distribusi di wilayah tersebut berjalan lebih lancar.
Di Sumatra Utara, kendala utama adalah ketersediaan LPG.
Kerusakan jalan menghambat distribusi darat.
Pemerintah menyiapkan suplai tambahan melalui jalur laut.
Situasi terberat terjadi di Aceh.
Tiga kabupaten hanya dapat dijangkau melalui udara.
Distribusi BBM dan LPG memerlukan upaya luar biasa.
Upaya Darurat dan Arah Pemulihan ke Depan
Bahlil menyebut pemerintah mengerahkan helikopter dan pesawat Hercules.
Distribusi juga memanfaatkan jalur alternatif dan rakit.
Semua opsi digunakan untuk mempercepat pemulihan pasokan.
“Apa pun yang bisa mempercepat distribusi, kami maksimalkan,” kata Bahlil.
Pemerintah berkomitmen memulihkan layanan energi secepat mungkin.
Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Ke depan, evaluasi infrastruktur akan dilakukan menyeluruh.
Penguatan sistem kelistrikan di wilayah rawan bencana menjadi fokus.
Pemerintah berharap ketahanan energi Sumatra semakin meningkat.
Baca juga: “Di Depan Prabowo, Bahlil Ungkap Kondisi Listrik-BBM-LPG Daerah Bencana”




Leave a Reply