roteirando – Kurang tidur semakin menjadi masalah kesehatan global dan memengaruhi kualitas hidup banyak orang. Kondisi ini tidak hanya menurunkan energi, tetapi juga memicu gangguan fisik dan mental dalam jangka panjang.
Kurang tidur terbukti meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Tubuh kehilangan waktu pemulihan optimal saat durasi tidur tidak terpenuhi. Pada remaja dan orang dewasa, kurang tidur juga memicu hormon stres dan peradangan yang berdampak buruk bagi kesehatan organ vital.
Pakar klinis Julio Fernandez Mendoza menjelaskan bahwa kebutuhan tidur berbeda pada setiap orang. “Kebutuhan tidur setiap orang tidak sama dan dipengaruhi usia,” kata Mendoza kepada CBS News. Ia menyebut orang dewasa idealnya tidur tujuh hingga delapan jam untuk menjaga kesehatan dan umur panjang. Durasi tidur ini dapat berubah seiring bertambahnya usia. Remaja membutuhkan waktu tidur lebih panjang karena otak masih berkembang. Lansia cenderung cukup tidur enam hingga tujuh jam bila kondisi tubuh stabil.
Mendoza menekankan bahwa kualitas tidur tidak selalu membutuhkan obat. Perubahan kebiasaan lebih efektif untuk memperbaiki pola tidur. Ia menegaskan bahwa dampak fisiologis kurang tidur sering muncul sebelum tanda penyakit jantung terlihat.
Penelitian lain mendukung hal ini dengan menunjukkan hubungan kuat antara insomnia, tekanan darah tinggi, dan kerusakan jantung dini. Data kesehatan global pada 2024 mencatat peningkatan kasus hipertensi yang berkaitan dengan pola tidur buruk.
Menjaga durasi dan kualitas tidur menjadi langkah penting dalam melindungi jantung. Edukasi publik, perubahan gaya hidup, dan kebiasaan tidur sehat diperlukan untuk mencegah risiko kronis di masa depan. Jika pola tidur mulai terganggu, evaluasi rutinitas harian dan konsultasi medis menjadi langkah yang disarankan.
Baca Juga : “Sekotak Cokelat: Wanita Inggris Ini Tempuh 3.860 KM ke Rumania“
Kurang tidur semakin menjadi masalah kesehatan global Sebaliknya Kebiasaan Tidur Sehat untuk Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Hipertensi
Kualitas tidur yang baik tidak hanya soal durasi, tetapi juga kebiasaan yang mendukung ritme tubuh. Pola tidur sehat membantu mencegah gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah kesehatan kronis lain.
Pakar klinis Julio Fernandez Mendoza membagikan langkah penting untuk meningkatkan kualitas tidur. “Kebiasaan tidur yang baik mencakup mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, berhenti merokok, serta rutin berolahraga. Hindari makan terlalu larut malam atau berlebihan,” jelas Mendoza. Menurutnya, kombinasi durasi tidur yang cukup dan kebiasaan sehat dapat menurunkan risiko penyakit kronis secara signifikan.
Selain itu, penelitian menunjukkan enam aturan sederhana dapat membantu mengatasi kurang tidur:
- Bangun pada waktu yang sama setiap hari untuk menjaga ritme sirkadian.
- Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual.
- Jika tidak bisa tidur, jangan berbaring terlalu lama.
- Pindah ke ruangan lain dan lakukan aktivitas menenangkan sebelum kembali tidur.
- Tetap beraktivitas normal meski tidur kurang; jangan menebusnya dengan tidur siang panjang.
- Pergi tidur hanya saat benar-benar mengantuk.
Studi menunjukkan penerapan rutinitas ini dapat meningkatkan kualitas tidur hingga 40 persen, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki fungsi jantung. Data global kesehatan 2023 menunjukkan orang dengan disiplin tidur memiliki risiko hipertensi 25 persen lebih rendah.
Mendoza menekankan konsistensi adalah kunci. Dengan menerapkan kebiasaan tidur sehat setiap hari, masyarakat tidak hanya merasa lebih segar, tetapi juga membangun perlindungan jangka panjang terhadap penyakit kronis. Mengadopsi pola tidur disiplin dapat menjadi investasi penting untuk kesehatan jantung dan kualitas hidup di masa depan.
Baca Juga : “Vaping Picu Lonjakan Kasus Popcorn Lung pada Remaja“




Leave a Reply