roteirando – Sunscreen atau tabir surya bukan sekadar produk kosmetik, tapi kebutuhan harian untuk melindungi kulit. Paparan sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) dapat merusak kulit, mempercepat penuaan, dan meningkatkan risiko kanker kulit. Bahkan saat cuaca mendung, sinar UV tetap menembus awan dan bisa menimbulkan efek jangka panjang.
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr. Ayman Alatas, Sp.MK, menekankan pentingnya memakai setiap hari, termasuk saat melakukan aktivitas di dekat air. “Sunscreen tetap perlu dipakai. Pilih yang water resistant bila ingin bermain air agar perlindungan optimal,” jelas Ayman, anggota LABORÈ Microbiome Science Council.
Sunscreen sebaiknya diaplikasikan pagi hari, sekitar 15–30 menit sebelum keluar rumah, agar kandungan aktif terserap sempurna. Pengulangan pemakaian setiap 3–4 jam sangat dianjurkan, terutama jika berkeringat atau sering terkena air. Menurut data dari Skin Cancer Foundation, penggunaan secara rutin dapat mengurangi risiko kanker kulit hingga 50% dan menunda tanda penuaan dini.
Selain memilih SPF sesuai jenis kulit, perhatikan juga broad-spectrum untuk perlindungan dari UVA dan UVB. Aktivitas di luar ruangan lebih dari satu jam sebaiknya dibarengi dengan topi, kacamata hitam, dan pakaian pelindung.
Dengan kebiasaan ini, kulit tetap terlindungi dari kerusakan jangka panjang. Mengintegrasikan sunscreen dalam rutinitas harian adalah investasi kesehatan kulit yang tak ternilai, memastikan kulit tetap sehat dan tampak lebih muda di masa depan.
Baca Juga: “ChatGPT Picu Kekhawatiran, OpenAI Ungkap Risiko Psikosis“
Sunscreen Harian: Mengapa Perlindungan Kulit Tetap Penting Meski Di Dalam Ruangan
Sunscreen bukan hanya untuk siang hari atau saat terik matahari. Paparan sinar ultraviolet A (UVA) dan B (UVB) tetap dapat merusak kulit, bahkan lewat kaca atau pantulan cahaya. Risiko termasuk kulit kering, kusam, penuaan dini, dan kanker kulit.
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr. Ayman Alatas, Sp.MK, menekankan bahwa penggunaan sunscreen cukup dilakukan saat masih ada paparan sinar matahari. “Sunscreen tetap perlu dipakai selama masih ada sinar matahari,” ujar Ayman. Ia menambahkan, malam hari tidak perlu memakai sunscreen karena paparan UV tidak ada, tetapi perlindungan harus konsisten pada siang hari, meski cuaca mendung.
Ayman menyarankan penggunaan sunscreen minimal SPF 30 dan PA+++ untuk perlindungan optimal terhadap UVA dan UVB. Sinar UVA dapat menembus awan dan kaca, sehingga pemakaian di dalam ruangan juga penting. Penggunaan broad-spectrum sunscreen melindungi kulit dari kerusakan jangka pendek dan jangka panjang.
Data dari Skin Cancer Foundation menunjukkan, pemakaian sunscreen rutin dapat mengurangi risiko kanker kulit hingga 50% dan mencegah penuaan dini akibat sinar UV. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dilengkapi topi, kacamata hitam, dan pakaian pelindung untuk perlindungan tambahan.
Integrasi sunscreen dalam rutinitas harian bukan sekadar kosmetik, tetapi investasi kesehatan kulit jangka panjang. Dengan perlindungan konsisten, kulit tetap sehat, cerah, dan terlindungi dari kerusakan yang tidak terlihat, memastikan tampilan awet muda di masa depan.
Baca Juga: “Prabowo di KTT APEC Tegaskan Bahaya Saling Curiga Ekonomi“




Leave a Reply