roteirando – Jalan kaki merupakan aktivitas sederhana yang terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kebugaran.
, garasi, atau moda transportasi umum. Meski sederhana, langkah-langkah ini tetap memberi manfaat positif bagi kesehatan jantung dan tubuh.
Dalam riset terbaru yang dipublikasikan pada 28 Oktober 2025 di Annals of Internal Medicine, ilmuwan meneliti lebih dari 30.000 orang di Inggris. Rata-rata peserta berjalan kurang dari 8.000 langkah per hari. Namun, penelitian menunjukkan manfaat lebih besar saat langkah dilakukan dalam durasi lebih lama.
Hasil studi menemukan bahwa orang yang berjalan lebih lama dalam satu sesi—sekitar 10 hingga 15 menit—memiliki risiko kematian dan penyakit jantung lebih rendah. Sebaliknya, mereka yang menambah langkah secara terputus sepanjang hari tidak mendapat manfaat sebesar itu. Dengan kata lain, durasi berjalan memengaruhi kesehatan jantung lebih dari jumlah total langkah.
“Setiap langkah terkait dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular,” ujar Profesor Borja del Pozo Cruz dari Universidad Europea de Madrid, salah satu peneliti utama studi ini, seperti dikutip Time, Senin, 3 November 2025. Penelitian ini menegaskan pentingnya berjalan kaki sebagai aktivitas fisik sederhana, namun efektif, untuk mencegah penyakit jantung.
Selain mengurangi risiko jantung, berjalan kaki 10–15 menit setiap sesi dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan metabolisme. Aktivitas ini juga membantu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan menurunkan risiko obesitas.
Studi ini memberi panduan praktis bagi masyarakat modern. Cukup tambahkan satu sesi jalan kaki singkat setiap hari untuk mendapat manfaat kesehatan jantung yang signifikan. Peneliti mendorong kebiasaan ini menjadi bagian rutinitas harian agar kesehatan jantung tetap terjaga dalam jangka panjang.
Baca Juga: “Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Baru Atasi Rokok Ilegal“
manfaat jalan kaki untuk kesehata: Gaya Hidup dan Lingkungan Tentukan Jumlah Langkah Harian
Banyak studi telah menunjukkan manfaat berjalan kaki bagi kesehatan, termasuk menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kebugaran.
Meski begitu, banyak orang masih sulit membiasakan diri untuk bergerak setiap hari. Faktor lingkungan sering menjadi penyebab utama.
Profesor Borja del Pozo Cruz menjelaskan, beberapa wilayah, seperti Amerika Serikat, tidak mendukung aktivitas berjalan kaki. Rata-rata orang Amerika hanya berjalan kurang dari 5.000 langkah per hari. Jumlah ini tergolong rendah dan dianggap mencerminkan gaya hidup tidak sehat.
Sebaliknya, di Spanyol, tempat tinggal Poro Cruz, lingkungan membuat warganya lebih aktif. Mereka berjalan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengantar anak ke sekolah, berbelanja, hingga menuju tempat kerja. Kondisi ini tanpa disadari membantu mereka mencapai 15.000 langkah per hari.
“Lingkungan dan gaya hidup sangat memengaruhi jumlah langkah seseorang setiap hari,” kata Cruz, menekankan pentingnya infrastruktur yang mendukung aktivitas fisik. Menurutnya, berjalan kaki menjadi bagian alami dari rutinitas masyarakat yang tinggal di kota-kota dengan akses mudah ke sekolah, toko, dan transportasi umum.
Data tambahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa orang yang rutin berjalan 10.000–15.000 langkah per hari memiliki risiko penyakit kronis lebih rendah dibanding mereka yang sedentari. Aktivitas ringan ini juga mendukung kesehatan mental, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur.
Penelitian ini menyoroti bahwa membangun lingkungan yang memudahkan aktivitas fisik bisa meningkatkan jumlah langkah harian masyarakat. Dengan kebiasaan sederhana seperti berjalan ke toko atau sekolah, setiap orang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan kebugaran tubuh dalam jangka panjang.
Baca Juga: “Dirut BPJS Kesehatan : Pasien Tidak Harus Pulang 3 Hari“




Leave a Reply