roteirando.com – Langkah AS Roma di Coppa Italia 2025/26 harus berhenti lebih cepat dari harapan.
I Lupi tersingkir di babak 16 besar setelah kalah tipis 2-3 dari Torino.
Pertandingan berlangsung di Stadion Olimpico pada Rabu dini hari WIB.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Roma yang baru memulai kiprah di turnamen tersebut.
Sebaliknya, Torino melanjutkan tren positif mereka di ajang piala domestik.
Tim tamu tampil efektif dan mampu memanfaatkan kelemahan pertahanan Roma.
Kemenangan ini membawa Torino melangkah ke perempat final Coppa Italia.
Roma Tampil Perdana, Torino Datang dengan Modal Kuat
Laga ini menjadi penampilan pertama Roma di Coppa Italia musim 2025/26.
Roma langsung turun di babak 16 besar sesuai regulasi turnamen.
Dukungan penuh publik Olimpico mengiringi ambisi tuan rumah.
Torino datang dengan kepercayaan diri tinggi ke ibu kota Italia.
Mereka sebelumnya menyingkirkan Modena dan Pisa di babak awal.
Rangkaian hasil tersebut memberi Torino momentum positif.
Sejak menit awal, Torino tampil disiplin dan terorganisasi.
Roma justru kesulitan mengembangkan permainan di lini tengah.
Tekanan Torino membuat Roma sering kehilangan penguasaan bola.
Baca juga: “Bukayo Saka Teken Kontrak Baru Bersama Arsenal”
Gol Che Adams Bawa Torino Unggul Lebih Dulu
Kebuntuan pecah pada menit ke-35 pertandingan.
Torino membuka keunggulan melalui penyerang andalannya, Che Adams.
Ia memanfaatkan celah di pertahanan Roma yang kurang rapat.
Adams melepaskan penyelesaian klinis yang tak mampu diantisipasi kiper.
Gol tersebut membuat Torino unggul 1-0 hingga turun minum.
Roma terlihat frustrasi menghadapi rapatnya pertahanan lawan.
Hingga akhir babak pertama, Roma gagal menciptakan peluang bersih.
Serangan mereka kerap terhenti sebelum memasuki kotak penalti.
Torino menutup babak pertama dengan keunggulan yang layak.
Mario Hermoso Bangkitkan Harapan Roma
Roma tampil lebih agresif di awal babak kedua.
Tekanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-49.
Mario Hermoso mencetak gol penyeimbang untuk tuan rumah.
Bek asal Spanyol itu melakukan aksi individu dari sisi kiri.
Ia melepaskan tembakan mendatar yang gagal dihentikan kiper Torino.
Skor berubah menjadi 1-1 dan publik Olimpico kembali bergemuruh.
Gol tersebut memberi dorongan moral bagi Roma.
Tempo permainan meningkat dengan tekanan bertubi-tubi ke pertahanan Torino.
Namun, momentum kebangkitan Roma tidak bertahan lama.
Che Adams Kembali Hukum Roma
Torino kembali menunjukkan efektivitas serangan mereka.
Pada menit ke-52, Che Adams mencetak gol keduanya.
Ia menyambar umpan terobosan matang dari Nikola Vlasic.
Pertahanan Roma kembali lengah mengawal pergerakan Adams.
Striker Torino itu dengan tenang menaklukkan Mile Svilar.
Torino kembali unggul dengan skor 2-1.
Gol kedua Adams menegaskan perannya sebagai pembeda.
Roma kembali berada dalam tekanan psikologis.
Pelatih Roma melakukan beberapa pergantian untuk mengejar ketertinggalan.
Antonio Arena Jaga Asa di Menit Akhir
Roma terus meningkatkan intensitas serangan memasuki 20 menit terakhir.
Upaya tersebut akhirnya berbuah pada menit ke-81.
Pemain muda Antonio Arena mencetak gol penyeimbang.
Arena menyundul bola hasil umpan silang Wesley.
Gol tersebut menunjukkan keberanian Roma memainkan pemain muda.
Skor kembali imbang 2-2 dan laga semakin terbuka.
Publik Olimpico berharap Roma mampu membalikkan keadaan.
Roma menekan Torino dengan lebih banyak pemain di area serang.
Namun, risiko tinggi mulai terlihat di lini pertahanan.
Gol Telat Ilkhan Hancurkan Harapan Roma
Petaka bagi Roma datang di menit ke-90 pertandingan.
Torino mendapatkan sepak pojok krusial di masa akhir laga.
Situasi tersebut menjadi titik balik penentuan hasil.
Kiper Roma, Mile Svilar, gagal menangkap bola dengan sempurna.
Bola liar jatuh di area berbahaya di dalam kotak penalti.
Ermirkhan Ilkhan langsung memanfaatkannya menjadi gol.
Gol tersebut memastikan keunggulan 3-2 untuk Torino.
Roma tidak memiliki cukup waktu untuk membalas.
Wasit mengakhiri pertandingan dengan kemenangan tim tamu.
Torino Tantang Inter Milan di Perempat Final
Kemenangan ini membawa Torino melaju ke perempat final Coppa Italia.
Pada babak selanjutnya, Torino akan menghadapi Inter Milan.
Laga tersebut diprediksi menjadi ujian berat bagi Torino.
Inter Milan dikenal memiliki kedalaman skuad dan pengalaman turnamen.
Namun, performa Torino menunjukkan potensi kejutan.
Efektivitas serangan mereka menjadi modal penting.
Bagi Roma, kegagalan ini memicu evaluasi besar.
Tersingkir lebih awal jelas tidak sesuai target klub.
Fokus Roma kini beralih ke Serie A dan kompetisi Eropa.
Evaluasi Roma dan Momentum Torino
Kekalahan dari Torino menjadi pelajaran pahit bagi AS Roma.
Masalah konsentrasi dan pertahanan menjadi sorotan utama.
Roma harus memperbaiki konsistensi jika ingin bersaing di banyak ajang.
Di sisi lain, Torino layak mendapat apresiasi.
Mereka tampil disiplin dan efektif sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini memperkuat mental tim menghadapi laga besar berikutnya.
Coppa Italia kembali menghadirkan drama dan kejutan.
Torino kini membawa momentum penting menuju perempat final.
Roma harus segera bangkit untuk menyelamatkan sisa musim.
Baca juga: “Atalanta Menang Dramatis dalam Perburuan Giacomo Raspadori, AS Roma Gigit Jari”




Leave a Reply