roteirando.com – Mantan juara kelas bantam putri (61,2 kg) UFC, Ronda Rousey, mengejutkan dunia MMA dengan mengumumkan kembalinya ke arena pertarungan setelah sepuluh tahun absen.
“Sudah lama saya menunggu untuk mengumumkan ini: saya dan Gina Carano akan bertarung dalam pertarungan super terbesar dalam sejarah olahraga bela diri wanita,” ujar Rousey, dikutip dari Independent, Rabu, di Jakarta.
Pertarungan dijadwalkan berlangsung di Intuit Dome, Los Angeles, pada 16 Mei mendatang, di bawah naungan Most Valuable Promotions milik Jake Paul. Rousey akan berhadapan dengan Gina Carano, yang memiliki rekor 7-1 dengan tiga KO.
Ronde pertarungan akan digelar sebanyak lima ronde di kelas bulu, durasi yang sama dengan pertarungan perebutan gelar UFC dan acara utama di organisasi itu.
Rousey: Pelopor MMA Wanita
Rousey dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam MMA wanita. Sebagai juara kelas bantam pertama UFC, ia mempertahankan gelarnya enam kali, termasuk tiga kemenangan dengan kuncian lengan andalannya.
Namun, Rousey mengalami kekalahan dari Holly Holm di UFC 193, kehilangan sabuk juara, dan kemudian dikalahkan oleh Amanda Nunes melalui KO di ronde pertama pada Desember 2016. Kekalahan ini menjadi penampilan MMA terakhirnya sebelum ia beralih ke gulat profesional.
Karier Setelah MMA
Setelah meninggalkan octagon, Rousey memulai debut di WWE pada 2018 dan memenangkan tiga gelar juara dunia. Ia juga menjadi ikon dalam memperluas divisi wanita WWE, termasuk tampil di pertandingan utama WrestleMania untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Selain karier gulat, Rousey memiliki prestasi di kancah internasional. Ia adalah peraih medali Olimpiade di cabang judo pada Beijing 2008, menjadi orang Amerika pertama yang meraih medali di cabang ini sejak menjadi cabang resmi Olimpiade.
Dampak Kembalinya Rousey ke MMA
Kembalinya Rousey ke MMA menjadi momen besar bagi penggemar olahraga bela diri wanita. Ia menyatakan bahwa pertarungan ini ditujukan untuk penggemar MMA dari semua generasi.
“Ini untuk semua penggemar MMA, baik yang dulu, sekarang, maupun di masa depan. Nantikan lebih banyak lagi, jauh lebih banyak,” ujar Rousey.
Kembalinya Rousey juga menunjukkan bagaimana legenda MMA dapat memanfaatkan popularitasnya untuk menciptakan pertandingan berskala besar, sekaligus mempopulerkan MMA wanita di kancah internasional.
Baca juga: “Inter Milan Kuat di Puncak Klasemen Usai Menang atas Juventus”
Pertarungan yang Dinanti Penggemar
Pertarungan Rousey vs Carano diprediksi akan menjadi salah satu duel paling menarik dalam sejarah MMA wanita. Dengan pengalaman dan reputasi Rousey sebagai pionir, serta kemampuan Carano yang tangguh, pertandingan ini diharapkan menghadirkan kualitas teknis tinggi sekaligus hiburan spektakuler.
Kembalinya Rousey tidak hanya menandai babak baru dalam kariernya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi atlet wanita di seluruh dunia yang ingin menembus batas prestasi di MMA dan olahraga profesional lainnya.
Baca juga: “Laga Lightweight MMA Antara Lucas Gabriel Vs. Magomed Akaev Hiasi ONE Fight Night 40”




Leave a Reply