roteirando – Donasi Relawan Banjir Disorot DPR, Kementerian Komunikasi dan Digital diminta meningkatkan publikasi kinerja pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatra. Permintaan ini muncul karena banyak informasi publik lebih menyorot aksi relawan dibanding langkah negara.
Anggota Komisi I DPR Endipat Wijaya menyebut publik sering melihat pergerakan relawan lebih menonjol. Ia menilai pemerintah sebenarnya hadir sejak awal, namun kalah dalam penyebaran informasi resmi. Situasi ini dinilai membuat persepsi publik menjadi tidak seimbang.
Endipat menegaskan negara telah membangun ratusan posko di wilayah terdampak. Ia menyebut ada pihak yang hadir sekali lalu terlihat paling aktif berbicara soal kondisi lapangan. Ia menjelaskan TNI AU juga bergerak cepat dengan mengirim beberapa pesawat pada hari pertama bencana.
“Fokus Komdigi ke depan adalah memahami isu nasional dan memperkuat amplifikasi informasi,” kata Endipat dalam rapat Komisi I DPR. Ia juga menyinggung fenomena viral donasi Rp10 miliar yang dilakukan relawan, sementara anggaran negara mencapai triliunan namun jarang dibicarakan.
Menurut data BNPB, alokasi anggaran penanggulangan bencana nasional terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pemerintah juga memperluas sistem peringatan dini dan logistik darurat di berbagai provinsi rawan bencana.
Penegasan ini mendorong Komdigi untuk memperbaiki strategi komunikasi. Endipat berharap ke depan tidak muncul lagi narasi bahwa negara tidak hadir. Ia menilai publik perlu mendapat data terpercaya agar memahami skala penanganan pemerintah secara menyeluruh.
Baca Juga : “Masker Wajah Terbaru: Pilih Sesuai Masalah Kulitmu“
Donasi Relawan Banjir : Aksi Kemanusiaan Ferry Irwandi Perkuat Distribusi Bantuan Banjir Sumatra
Aksi kemanusiaan Ferry Irwandi dan tim relawan mencuri perhatian publik setelah berhasil menghimpun dana Rp10,3 miliar dalam 24 jam. Gerakan ini fokus menjangkau wilayah terdampak banjir di Sumatra yang terisolasi dan minim bantuan.
Ferry tiba di Medan sebagai jalur tercepat menuju lokasi terdampak. Ia memastikan distribusi bantuan dilakukan cepat dan tepat sasaran. Tim membawa 2,6 ton logistik pada pengiriman pertama dan menyiapkan tambahan bantuan berikutnya. Mereka menargetkan daerah hilir dan pedesaan seperti Tamiang dan Desa Tualang di Langkat, karena wilayah kota dinilai telah mendapat suplai lebih besar.
“Fokus utama kita adalah titik minim bantuan yang terisolasi,” ujar Ferry pada Kamis, 4 Desember 2025. Ia menjelaskan tim menyiapkan makanan bergizi siap makan, bukan mi instan, agar kebutuhan nutrisi korban tetap terjaga. Relawan juga membawa kebutuhan penting untuk ibu dan anak seperti pampers, pembalut, pakaian dalam, dan alat menyusui.
Upaya penyediaan air bersih dilakukan melalui pencarian filter air dan terminal air bersih di beberapa daerah. Tantangan muncul saat tim kesulitan mendapatkan angkutan udara akibat padatnya jalur distribusi. “Kemarin kita sempat kesulitan menemukan angkutan udara karena traffic sangat ramai,” kata Ferry.
Akhirnya, bantuan DitPolairud mengangkut 2,5 ton logistik, disertai dukungan pengamanan dari Polda Sumatera Utara serta bantuan warga Medan. Ferry menegaskan pentingnya koordinasi lintas pihak, termasuk TNI dan BNPB, agar distribusi berjalan efektif.
“Yang dibutuhkan adalah sinergi semua pihak supaya sistem benar dan banyak yang terbantu,” tegasnya. Ia menutup pesan dengan harapan agar pemerintah memperkuat kinerjanya. Aksi ini menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat sipil dalam merespons bencana nasional.
Baca Juga : “Buruh Tolak Wacana Baru Penerapan Kemasan Rokok Polos“




Leave a Reply