roteirando – TikTok Uji Fitur kontrol konten AI untuk memberi pengguna kendali lebih besar atas rekomendasi di FYP. Pengujian ini menjadi langkah platform dalam meningkatkan personalisasi dan menjaga relevansi konten bagi pengguna.
Fitur baru ini muncul di menu Kelola Topik dan memungkinkan pengguna mengatur intensitas konten AI melalui slider khusus. Pengguna dapat memilih untuk menambah atau mengurangi jumlah konten buatan AI yang mereka lihat. TikTok juga menyediakan opsi tidak tertarik dan filter kata kunci untuk menekan kemunculan konten yang tidak diinginkan.
TikTok menambahkan watermark tak terlihat yang hanya dapat dibaca sistem platform. Watermark ini diterapkan pada konten yang dibuat lewat AI Editor Pro dan pada video yang memenuhi standar autentikasi C2PA. “Pengembangan ini meningkatkan kemampuan deteksi konten AI di seluruh layanan,” tulis TikTok dalam siaran persnya.
Kontrol slider dan watermark tak terlihat masih dalam tahap uji terbatas. TikTok berencana meluncurkannya secara publik dalam beberapa minggu mendatang. Perusahaan juga menegaskan penggunaan AI untuk memperkuat keamanan, sistem rekomendasi, dan kreativitas di platform.
Di sisi lain, OpenAI merilis aplikasi Sora untuk perangkat Android dengan pasar awal di Amerika Serikat dan beberapa negara Asia. Sora menawarkan fitur penjelajahan video AI dalam format vertikal. Peluncuran ini memperketat persaingan dengan TikTok dan layanan video pendek lainnya.
Lonjakan unduhan Sora di iOS menunjukkan minat tinggi pada video buatan AI. Namun, Sora menghadapi kritik karena maraknya penyalahgunaan deepfake. Persaingan dua teknologi ini diprediksi mendorong inovasi sekaligus memperkuat regulasi konten AI ke depan.
Baca Juga : “Kebakaran Hebat di Hong Kong, 146 Tewas dan Ratusan Hilang“
TikTok Uji Fitur Perkenalkan Tiga Fitur Baru untuk Tingkatkan Kreativitas Kreator
TikTok menghadirkan tiga fitur baru yang diumumkan pada TikTok US Creator Summit di Amerika Serikat. Peluncuran ini bertujuan memperkuat dukungan terhadap kreator, terutama dalam pembuatan konten dan monetisasi.
Fitur pertama adalah Smart Split yang membantu kreator memotong video panjang menjadi konten pendek. Fitur ini bekerja optimal untuk rekaman podcast atau materi berdurasi panjang. Pengguna dapat memilih bagian video yang ingin dipendekkan, sementara Smart Split mengatur durasi, membuat teks, dan membingkai ulang konten secara vertikal. Fitur ini tersedia secara global melalui platform TikTok Studio.
Fitur kedua adalah AI Outline yang membantu kreator merancang konsep konten sebelum rekaman. AI Outline membuat kerangka video berdasarkan permintaan atau tren pencarian. Kerangka tersebut mencakup judul, tagar, hook, dan ide skrip. Fitur ini tersedia terbatas untuk kreator berusia di atas 18 tahun di AS, Kanada, dan beberapa pasar tertentu. Peluncuran global dijadwalkan dalam beberapa minggu mendatang.
Fitur ketiga adalah pembaruan bagi hasil langganan. Skema ini memungkinkan kreator menerima hingga 90 persen pendapatan sebelum biaya. Setelah biaya, kreator memperoleh 70 persen dari pendapatan langganan. Kreator yang memenuhi syarat tertentu dapat membuka bonus 20 persen. Syarat tersebut mencakup 10 ribu pengikut, 100 ribu views dalam sebulan, dan unggahan tiga video langganan.
TikTok menyatakan tujuan pembaruan ini adalah mendukung kreativitas melalui perangkat bertenaga AI. “Kami ingin memberdayakan kreativitas manusia,” tulis TikTok dalam Newsroom. Upaya ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas ekosistem kreator dan mendorong kualitas konten di platform.
Baca Juga : “WhatsApp Hadirkan Fitur Simpan Draf Status“




Leave a Reply